Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kadur menggelar resepsi Hari Lahir (Harlah) satu abad NU, di Lapangan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Kamis (23/2/2023).

Pada acara tersebut panitia mengundang Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar sebagai mubaligh tunggal serta mengundang Forkopimda Pemkab Pamekasan dan Camat setempat.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Merawat Jagat Membangun Peradaban Bersama’ itu dihadiri oleh kurang lebih 20 ribu jam’iyah Nahdlatul Ulama di Pamekasan.

Dalam sambutannya mewakili panitia, H. Khoirul Umam, menyatakan bahwa resepsi puncak 1 abad NU merupakan momentum untuk merefleksikan diri atas kiprah yang telah dilakukan NU, utamanya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

H. Khoirul Umam yang akrab disapa Haji Her itu menjelaskan, NU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah NKRI, dan diharapkan bisa meningkatkan rasa sportifitas demi menguatkan dan memperkokoh persatuan bangsa.

Ia berharap, di usia satu abad atau 100 tahun ini, semoga NU terus semangat, terus menggelora dalam memupuk keamanan, ketentraman bersama- sama untuk bangsa ini.

“Ini adalah bukti sejarah betapa besar peran NU dalam berjuang, bahkan hingga hari ini NU tetap konsisten dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, ” Sambungnya.

Baca Juga : Ribuan Nahdhliyin Meriahkan Puncak Harlah 1 Abad NU di MWCNU Kadur 

Menurutnya, NU mengajarkan cinta damai dalam hidup berbangsa dan bernegara dengan segudang perbedaan ras, suku, dan agama. Bagi NU, perbedaan tidak menjadi alasan untuk berpecah belah dalam bingkai bhinneka tunggal ika.

“Kerukunan umat beragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara, ” pungkasnya.

Sementara, Ketua PW NU Jawa Timur K.H. Marzuqi Mustamar dalam mauidzahnya mengajak kepada semua ummat Islam untuk senantiasa tingkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah, utamanya kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Seluruh warga Nahdliyin dan juga masyarakat jangan lupa untuk bersyukur atas masuknya abad kedua NU dan mencintai baginda Nabi Muhammad SAW,” dauhnya.

Beliau yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad Kota Malang, mengajak kepada seluruh NU agar bersatu dan tidak terpecah belah serta meminta agar menyudahi wacana yang berkembang di publik tentang adanya istilah NU struktural dan NU kultural. Ia tak ingin ada dikotomi di antara warga NU.

“Warga NU yang ada di struktural mempunyai tugas mengurus organisasi, adapun mereka yang tidak ada di jajaran pengurus mengayomi masyarakat. Oleh sebab itu, warga NU harus bersatu tanpa ada dikotomi dua istilah tersebut, ” jelasnya. (Supyanto Efendi).

Artikel ini terbit di : https://lingkarjatim.com/madura/mwc-nu-kadur-hadirkan-kh-marzuki-mustamar-di-perayaan-1-abad-nahdlatul-ulama/