
Tidak pernah terlintas dalam benak Moh. Salam Bakir bahwa perjalanan panjang pengabdiannya di Nahdlatul Ulama (NU) akan mengantarkannya pada sebuah amanah baru, yakni menakhodai Pimpinan Anak Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PAC JQHNU) Kadur.
Pria yang akrab disapa Salam ini lahir dan tumbuh di tengah keluarga yang kental dengan tradisi Nahdlatul Ulama. Kecintaannya terhadap NU semakin mengakar ketika dirinya menempuh pendidikan pesantren di PP. Al-Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan.
Perjalanan organisasinya pun terbilang panjang. Salam pernah aktif sebagai pengurus IPNU, kemudian melanjutkan pengabdiannya melalui Gerakan Pemuda Ansor. Bahkan, ia pernah dipercaya menjadi Ketua PAC GP Ansor Kadur Masa Khidmat 2023–2024. Saat ini, dirinya masih aktif mengabdi sebagai Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan.
Di luar aktivitas organisasi, Salam dikenal sebagai sosok yang memiliki beragam kesibukan. Kesehariannya diisi dengan mengajar di SMA Al-Falah Sumber Gayam. Ia juga merupakan pengusaha bawang merah yang cukup dikenal di lingkungan masyarakatnya.
Menariknya, di balik kesibukan tersebut, Salam memiliki bakat luar biasa di bidang seni tarik suara. Suaranya kerap menghiasi berbagai kegiatan keagamaan melalui undangan sebagai qari dan pelantun selawat. Kemampuannya itu juga mengantarkannya menjadi pembina seni tarik suara di Lembaga Pendidikan Islam YASPIMU Kertanegara, Kadur.
Amanah yang Tak Pernah TerbayangkanJumat, 30 Oktober 2026, menjadi salah satu hari bersejarah dalam perjalanan pengabdiannya. Melalui forum Musyawarah PAC JQHNU Kadur, Salam secara mufakat dipilih oleh Tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk menakhodai PAC JQHNU Kadur.
Sebuah amanah yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan, tetapi menjadi babak baru dalam perjalanan hidupnya untuk terus berkhidmat kepada NU dan masyarakat.
Atas kepercayaan tersebut, Salam berkomitmen menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh ketulusan. Ia memiliki tekad besar untuk semakin memasyarakatkan Al-Qur’an, membumikan nilai-nilainya, serta menjadikan JQHNU sebagai wadah pengembangan potensi para qari dan penghafal Al-Qur’an di Kecamatan Kadur.
Baginya, jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan ladang pengabdian yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.
Dari seorang santri, kader organisasi, guru, pengusaha, hingga kini dipercaya memimpin JQHNU Kadur, perjalanan Moh. Salam Bakir menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kesediaan untuk terus belajar, berproses, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Sebab, sebaik-baik perjalanan bukanlah tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada umat.
Moh. Salam Bakir: Dari Kader NU, Guru, Pengusaha hingga Dipercaya Menakhodai JQHNU Kadur
Related posts
- Moh. Salam Bakir: Dari Kader NU, Guru, Pengusaha hingga Dipercaya Menakhodai JQHNU Kadur
- Khoirul Amin : Tekankan pengurus JQH NU Kadur mampu Meng- Alquran kan Masyarakat.
- Peringati HSN 2026, PRNU Pamoroh Gelar Istighosah Bersama dan Musyawarah Rutin
- Kolom Aswaja MWCNU Kadur Jadi Momentum Awal Persiapan Konferensi 2027
- Fatayat NU Kadur Gelar Konferensi, Teguhkan Peran dan Pengabdian

